Budaya yang Memperkekal
Bangsa
Di
era perkembangan zaman globalisasi dan serba digital seperti saat ini semakin
banyak budaya idonesia yang terangkat namanya dan tidak hanya dikenal di daerah masing-masing,
serta deru budaya-budaya asing yang merambah negeri ini membuat budaya daerah
semakin gencar untuk ditekankan kepada kalangan muda. Silat termasuk salah satu
budaya, seni dan bela diri Indonesia yang memiliki pengaruh kuat di masyarakat.
Betapa tidak, bela diri silat lebih menekankan kepada ikatan persaudaran dan
memicu hubungan batin antar pelakunya, “Silat itu artinya silaturahmi antar
umat beragama, silat juga tidak menekankan pada kekuatan fisiknya saja. Namun,
silat adalah rasa cinta akan kedamaian dan rasa kekeluargaan diantaranya,” kata
Pak Beben seorang pendekar
silat yang disegani di Kampung Gedong, Pasar rebo.
Bela
diri silat merupakan budaya lokal yang terus dikembangkan di daerah manapun. Perguruan
silat semakin gencar untuk berkembang di situasi maraknya budaya asing yang
mulai merambah ke dalam
hidup masyarakat melalui agama, teknologi informasi, pola hidup, dan bentuk
lainnya. “Saya berharap budaya silat terus berkembang besar di Indonesia ini untuk
meneyelamatkan anak muda bangsa dari pengaruh budaya asing yang negati, seperti
narkoba, seks bebas, dan lain-lain deh pokoknya, agar kedepannya dapat terbentuk masyarakat yang
lebih baik,” ujar Pak Beben.
Sebuah
kesalahan jika silat hanya dipandang sebagai bela diri untuk menjaga
keselamatan. Padahal, ada hal yang lebih besar yang dapat diperoleh saat
mempelajari seni bela diri tersebut. Tak sekadar dapat keahlian dalam bela diri yang berfungsi
sebagai penjagaan diri sendiri juga orang disekitar kita, dengan mempelajari
bela diri kita juga dilatih dalam kedisiplinan dan menambah rasa kekeluargaan
serta menekankan rasa cinta kita terhadap budaya negeri.




0 komentar:
Posting Komentar